JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung penanganan dan penyaluran bantuan bagi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Purbaya menyoroti masalah distribusi bantuan yang belum merata akibat kurang maksimalnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Menurut Purbaya, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp44 miliar untuk penanganan darurat di NTT. Selain itu, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan opsi anggaran tambahan yang turut didukung oleh aksi swadaya para pegawai Kementerian Keuangan.
“Ada satu truk oleh-oleh, ada selimut 380 lembar, cukup kelihatan dengan permintaan tadi, kan. Terpal 81 buah, tadi perlu 160, ya? Nanti kita tambah lagi kalau perlu, ya,” ujar Purbaya, Kamis (19/8/2026).
Pemerintah juga memastikan penyaluran logistik berupa sembako, bahan untuk dapur umum, hingga kebutuhan balita terus dipasok secara berkelanjutan ke titik-titik pengungsian.
Saat melakukan pengecekan kondisi di lapangan, Purbaya menerima laporan mengenai adanya kawasan terdampak yang belum tersentuh bantuan selama empat hari, tepatnya di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Merespons temuan tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dari sisi anggaran tidak ada kendala. Ia pun mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera bergerak mendatangi lokasi tersebut.
“Oh, kita akan minta BNPB untuk melihat daerah itu. Yang jelas dari Kementerian Keuangan, kami menyiapkan dana yang cukup sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu,” ujarnya.