JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peluang penciptaan lapangan kerja hijau atau green jobs diproyeksikan tembus 5,3 juta hingga 9 juta lapangan kerja baru dalam 10 tahun mendatang.
Menaker Yassierli mengatakan potensi green jobs menjadi salah satu peluang besar bagi pasar tenaga kerja Indonesia seiring dengan berlangsungnya transisi menuju ekonomi dan energi yang lebih hijau.
Menurut dia, tantangan pemerintah saat ini bukan lagi sekadar menyusun peta jalan green jobs, tetapi memastikan strategi tersebut diterjemahkan menjadi program nyata, terutama dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja.
"Kalau kita lihat dalam kacamata global, green jobs ini tidak hanya menjadi concern Indonesia tapi semua negara dan semua di dunia. Kita sudah berdiskusi cukup panjang terkait dengan roadmap khusus terkait dengan green jobs ini," ujar Yassierli dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).
Untuk menangkap peluang jutaan lapangan kerja tersebut, Kemnaker menyiapkan ekosistem pengembangan kompetensi tenaga kerja. Persiapannya mencakup tempat pelatihan, keterampilan siap kerja, kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi hingga rekognisi kompetensi.
"Dan peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah skill siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi," jelasnya.
Yassierli menilai penyiapan tenaga kerja untuk memasuki sektor pekerjaan hijau membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Hal ini penting agar perubahan struktur ekonomi akibat transisi energi tidak justru menciptakan kesenjangan baru di pasar kerja.
"Dan ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita siapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind," pungkasnya.
Dengan potensi hingga 9 juta lapangan kerja baru, pengembangan kompetensi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi ekonomi hijau, tetapi juga mampu menyediakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
(Taufik Fajar)