Prabowo menilai Samudra Pasifik bukan menjadi pemisah antara Indonesia dan Rusia, melainkan penghubung bagi kedua negara.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyampaikan pidato di forum ini. Sebelumnya, ketika berbicara di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), saya menyebut SPIEF sebagai jantung yang berdenyut dari perekonomian dunia yang sedang berkembang menuju tatanan multipolar. Di sini, di Vladivostok, kita berdiri di gerbang Pasifik,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya sepanjang 2026. Dia juga menyebut telah lima kali bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak menjabat sebagai Presiden Indonesia.
“Saya menjadi Presiden Indonesia, sebuah negara dengan 290 juta penduduk, hampir dua tahun yang lalu. Namun, ini sudah menjadi kunjungan kedua saya ke Rusia tahun ini. Bahkan, ini merupakan kali kelima sejak saya menjadi Presiden Indonesia saya bertemu dengan Presiden Putin,” ujarnya.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki alasan untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan Uni Ekonomi Eurasia. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki kesamaan, terutama dari sisi luas wilayah.