Prabowo di Forum Ekonomi Rusia Paparkan MBG, Swasembada Pangan hingga Ketahanan Energi

Binti Mufarida, Jurnalis
Kamis 03 September 2026 15:11 WIB
Presiden Prabowo Pidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. (Foto: Okezone.com/Setpres)
Share :

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia saat pidato sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti program makanan bergizi gratis (MBG), swasembada pangan, ketahanan energi, hingga percepatan hilirisasi industri.

Prabowo mengatakan berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurut dia, pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

“Pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa,” kata Prabowo.

Dia menjelaskan, pemerintah menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kami dan ibu mereka yang sedang hamil,” ujarnya.

Selain program MBG, Prabowo menyebut pemerintah terus mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi. Pemerintah juga mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam Indonesia dapat memberikan nilai tambah di dalam negeri.

“Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi. Inilah alasan kami mempercepat hilirisasi industri, sehingga sumber daya alam kami dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja yang baik di dalam negeri,” paparnya.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat membahas tema EEF ke-11, yaitu “Timur Jauh: Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat”. Menurut dia, tema tersebut sejalan dengan mandat yang diterimanya dari rakyat Indonesia.

Vladivostok sebagai Gerbang Pasifik

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut Vladivostok sebagai gerbang Pasifik. Menurutnya, posisi Vladivostok memiliki arti penting bagi hubungan Indonesia dan Rusia yang sama-sama berada di kawasan Pasifik.

Prabowo menilai Samudra Pasifik bukan menjadi pemisah antara Indonesia dan Rusia, melainkan penghubung bagi kedua negara.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyampaikan pidato di forum ini. Sebelumnya, ketika berbicara di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), saya menyebut SPIEF sebagai jantung yang berdenyut dari perekonomian dunia yang sedang berkembang menuju tatanan multipolar. Di sini, di Vladivostok, kita berdiri di gerbang Pasifik,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya sepanjang 2026. Dia juga menyebut telah lima kali bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak menjabat sebagai Presiden Indonesia.

“Saya menjadi Presiden Indonesia, sebuah negara dengan 290 juta penduduk, hampir dua tahun yang lalu. Namun, ini sudah menjadi kunjungan kedua saya ke Rusia tahun ini. Bahkan, ini merupakan kali kelima sejak saya menjadi Presiden Indonesia saya bertemu dengan Presiden Putin,” ujarnya.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki alasan untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan Uni Ekonomi Eurasia. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki kesamaan, terutama dari sisi luas wilayah.

“Timur Jauh Rusia dan Indonesia sama-sama memiliki wilayah yang sangat luas. Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk terbang dari satu ujung wilayah kami ke ujung lainnya. Kita tahu bahwa ibu kota terkadang terasa sangat jauh dari komunitas yang berada di wilayah perbatasan. Namun, Vladivostok juga terasa cukup dekat dengan rumah saya,” katanya.

Prabowo kemudian menyinggung posisi geografis Indonesia dan Rusia yang sama-sama memiliki wilayah yang menghadap Samudra Pasifik.

“Samudra besar yang sama, Samudra Pasifik, menyentuh pantai Rusia dan juga pantai Indonesia. Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Samudra Pasifik bukanlah tembok di antara kita. Samudra Pasifik harus menjadi jalan raya bagi kedua perekonomian kita,” ujar Prabowo.

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya