JAKARTA - Di tengah tingginya angka backlog perumahan nasional yang menembus jutaan unit, mimpi memiliki hunian kerap terbentur tembok perbankan.
Sekitar 60 persen angkatan kerja di sektor informal serta riwayat kredit yang terbebani pinjaman daring (pindar) sering kali membuat masyarakat dicap unbankable dan ditolak saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Namun, kini ada platform properti berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui terobosan lewat skema PraKPR sebagai sebuah mekanisme Rent-to-Own (sewa-beli) yang didukung teknologi kecerdasan buatan AI.
"Solusi ini dirancang untuk mendampingi calon pembeli memperbaiki profil keuangan mereka, hingga layak mengantongi persetujuan KPR dari bank," kata Co-Founder dan CEO MilikiRumah Winston Lee dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, memiliki hunian adalah hak setiap orang termasuk Gen Z, wirausahawan, maupun mereka yang pernah memiliki catatan kredit kurang mulus.
Skema PraKPR dari MilikiRumah ditegaskannya akan membantu para konsumen, untuk membuktikan diri di hadapan pihak bank.
"Banyak calon pembeli yang awalnya belum bankable, tetap berpotensi menjadi pemilik rumah apabila didampingi dengan proses yang tepat,“ ujarnya.
Chief Commercial Officer MilikiRumah Faizal Abdullah mengungkapkan bahwa pihaknya ingin membantu pengembang tidak hanya menjaring konsumen dengan lebih cepat, tetapi juga memahami kualitas demand, menentukan tindakan yang tepat, dan meningkatkan peluang konversi hingga menjadi transaksi.