JAKARTA - Perubahan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) memberikan dampak kepada masyarakat. Hal ini membuat sekelompok masyarakat tidak lagi mendapatkan perlindungan sosial berupa bantuan sosial (bansos) dari negara.
Padahal, sebelumnya mereka mendapatkan bansos, tapi karena ada perubahan desil, kini mereka tidak mendapatkan bansos. Contohnya seperti Timbul, tukang becak yang menjadi perhatian publik setelah posisi desil pada DTSEN berubah dari desil 1 menjadi desil 9. Walaupun, kini desilnya sudah dilakukan pemutakhiran sehingga menjadi desil 3.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pun mengungkap penyebab perubahan desil pada DTSEN. Hal ini karena ada sekitar 12 juta data baru dari BKKBN yang belum melalui proses verifikasi dan validasi.
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta penyebab desil berubah, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Penyebab perubahan desil pada DTSEN karena ada sekitar 12 juta data baru dari BKKBN yang belum melalui proses verifikasi dan validasi. Perubahan desil yang sempat terjadi secara signifikan pada DTSEN Volume 3 itu kini telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Gus Ipul mengatakan pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran DTSEN untuk meningkatkan akurasi data. Pemutakhiran dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk bersama pemerintah daerah.
“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat. Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat,” kata Gus Ipul didampingi di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
Gus Ipul menegaskan, perubahan desil tidak serta-merta membuat seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bantuan sosial. Penyaluran bantuan tetap menunggu penetapan penerima pada periode penyaluran.
“Sehingga, tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret (bansosnya). Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran. Misalnya sekarang ini kan ada lonjakan-lonjakan, itu tidak otomatis (bansos) hilang, karena kan kita belum menyalurkan. Sementara untuk PBI itu setiap bulan sekali,” jelas Gus Ipul.