JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) untuk menangani penumpang yang terdampak gangguan penerbangan akibat indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.
Pengaktifan SRA dilakukan setelah sejumlah penerbangan terdampak menyusul penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat indikasi sebaran abu vulkanik Krakatau. InJourney Airports mencatat 33 penerbangan terdampak, baik pada rute internasional maupun domestik.
Melalui SRA, InJourney Airports menyiapkan sejumlah layanan bagi penumpang terdampak. Layanan tersebut meliputi makanan dan minuman ringan, penyediaan area khusus di terminal, serta bus untuk mengantar penumpang menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan.
InJourney Airports juga menyatakan prosedur serupa akan dijalankan di bandara-bandara lainnya apabila terdapat penumpang yang terdampak efek berantai dari gangguan operasional Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung.
Di sisi lain, InJourney Airports mengimbau calon penumpang untuk memeriksa informasi jadwal penerbangan terbaru dari maskapai sebelum menuju bandara.
Penumpang yang mengalami perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan diminta mengikuti arahan maskapai dan petugas bandara.
Gangguan penerbangan tersebut terjadi setelah Bandara Soekarno-Hatta ditetapkan berstatus Aerodrome Closed akibat indikasi sebaran abu vulkanik. Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Radin Inten II Lampung yang berstatus Aerodrome Closed pada pukul 07.00–08.00 WIB dan berdampak terhadap tiga penerbangan domestik rute dari dan menuju Jakarta.
(Taufik Fajar)