BTN juga menyediakan fitur spesifik seperti Healthcare Dashboard bagi rumah sakit dan solusi transaksi terintegrasi di kawasan wisata.
Selain mengandalkan pendapatan bunga, ekspansi Beyond Mortgage dimaksimalkan untuk memperbesar pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Salah satunya bersumber dari lini bancassurance yang menyumbang pendapatan nonbunga sebesar Rp27,4 miliar atau setara 1,5 persen dari total fee-based income BTN pada semester I 2026.
Nixon kembali menekankan bahwa pendalaman ekosistem ini merupakan upaya perseroan dalam mendampingi seluruh siklus kehidupan finansial nasabah.
“Jadi, Beyond Mortgage bukan berarti kami bergeser dari perumahan. Housing tetap menjadi DNA BTN. Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,” pungkas Nixon.
Target Kredit Tetap 8-10 Persen pada 2026
Sementara itu, BTN memutuskan untuk tidak melakukan revisi terhadap target pertumbuhan kredit tahun 2026, meskipun realisasi penyaluran kredit per Juni 2026 sudah menembus 11,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Nixon menegaskan bahwa perseroan memilih konsisten memegang target pertumbuhan kredit di kisaran 8 persen hingga 10 persen YoY sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) awal hingga penutupan tahun.
“Jadi kita enggak revisi. Ini masih sama dengan RBB awal. Tapi memang realisasinya melebihi dari rencana,” ujar Nixon.