Namun, laba bersih perseroan terkoreksi tipis ke posisi Rp1,97 triliun pada semester I 2026. Penurunan margin laba bersih tersebut disebabkan oleh tingginya tekanan biaya bahan baku impor akibat pelemahan nilai tukar rupiah serta lonjakan beban operasional akibat kendala pasokan global.
Per Juni 2026, total aset Kalbe Farma tercatat naik menjadi Rp33,07 triliun dari posisi Rp30,69 triliun pada akhir tahun 2025.
(Taufik Fajar)