Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahan Baku Impor Tekan Margin Kalbe Farma (KLBF), Opsi Kenaikan Harga Dilakukan Selektif

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2026 |11:47 WIB
Bahan Baku Impor Tekan Margin Kalbe Farma (KLBF), Opsi Kenaikan Harga Dilakukan Selektif
Emiten Kalbe Farma (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memproyeksikan tekanan terhadap marjin keuntungan perusahaan masih akan berlanjut hingga penutupan tahun buku 2026. Tekanan tersebut dipicu oleh kelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut, lonjakan harga bahan baku akibat konflik geopolitik, serta dinamika penurunan daya beli masyarakat.

Direktur Kalbe Farma, Kartika Setiabudy mengatakan, ketergantungan industri farmasi pada bahan baku impor, baik untuk produk obat-obatan maupun nutrisi, membuat struktur biaya perseroan sangat sensitif terhadap gejolak kurs mata uang asing dan pergerakan harga minyak mentah (crude oil).

"Terkait dengan margin memang ini sangat erat hubungannya dengan kebutuhan kita untuk melakukan import atas bahan baku karena memang ketersediaan secara lokal itu cukup ketat sehingga kita masih harus melakukan secara import apakah itu bahan baku untuk obat maupun untuk produk-produk nutrisi. Nah seperti kita ketahui tahun ini terjadi secara terus-menerus kelemahan nilai tukar rupiah yang tentunya sangat berdampak terhadap margin kami," ujar Kartika dalam Public Expose Live 2026, Jumat (11/9/2026).

Menurut Kartika, faktor biaya persediaan (inventory) serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih tertahan di level tinggi akan membuat marjin Laba Bruto (Gross Profit Margin) belum menunjukkan perbaikan signifikan di semester II/2026.

"Nah dengan melihat kondisi makro dimana rupiah memang masih bertahan di kisaran sekarang ini antara 17.500-18.000 dan adanya inventory yang kami pegang diperkirakan di second half ini atau di semester dua memang secara margin belum bisa akan improve," jelas Kartika.

Menyikapi besarnya tekanan terhadap marjin kotor, perseroan menempuh strategi penyesuaian harga secara terukur. Kendati demikian, Kartika menggarisbawahi bahwa penyesuaian harga tidak dapat dilakukan secara agresif mengingat keterbatasan daya beli masyarakat serta tingginya kompetisi pasar di segmen obat resep dan produk nutrisi.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement