"Memang untuk tahun ini kita juga melihat bahwa di beberapa segmen usaha kita perlu dilakukan kenaikan harga. Memang secara peluang untuk melakukan kenaikan harga itu cukup terbatas mengingat kondisi ekonomi yang cukup berat dengan pelemahan daya beli yang kita saksikan. Kenaikan harga ini hanya bisa dilakukan secara selektif, Bapak Ibu, di beberapa produk-produk di dalam bisnis produk kesehatan," paparnya.
Menurut Kartika, segmen obat resep dibatasi oleh tingginya persaingan obat generik serta komitmen perseroan dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sementara itu, sektor nutrisi seperti pasar susu bubuk sedang menghadapi dampak dari penurunan daya beli konsumen.
Sebagai langkah peredam (cushion), Kalbe Farma memfokuskan efisiensi internal melalui optimalisasi proses produksi untuk menekan biaya per unit, serta melakukan efisiensi ketat pada pos beban operasional (operating expenses).
"Selain itu, tentunya di luar kenaikan harga, kita juga terus melakukan berbagai efisiensi, khususnya dari sisi proses produksi, bagaimana supaya bisa lebih efisien, meningkatkan volumenya supaya tentunya biaya produksi kita menjadi lebih optimal. Dan secara operating expenses kita akan terus melakukan efisiensi, ini merupakan suatu upaya yang kami lakukan terus-menerus sebagai suatu perusahaan, supaya kita bisa melakukan perbaikan secara margin walaupun memang harus dilakukan secara bertahap," pungkas Kartika.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.