Event ini menjadi ajang berbagi ilmu dan keahlian rekayasa, memperkuat kemitraan bisnis, serta mengevaluasi teknologi yang saat ini sudah berjalan dengan fokus khusus pada efisiensi dan keberlanjutan.
Selama empat hari penyelenggaraan, GIFA dan METEC Indonesia menampilkan jajaran penyedia teknologi terkemuka dari Asia dan Eropa. Ini memberikan kesempatan emas bagi pelaku industri domestik untuk berinteraksi langsung dengan eksibitor internasional.
Anjungan internasional menampilkan inovasi dari berbagai negara mitra yang diwakili oleh beragam eksibitor, beberapa di antaranya yakni Tiongkok, India, Singapura, Austria, Jerman, Italia dsn Spanyol.
Menurut Wismer, industri logam Indonesia sedang bergeser dari ‘seberapa banyak yang dapat di produksi’ menjadi ‘apa yang dapat kita buat darinya’. Pergeseran itulah di mana GIFA dan METEC Indonesia berdiri.
"Jadi dengan menyatukan perusahaan pengecoran, pengolahan aluminium, dan penyedia yang membawa teknologi tersebut dalam satu panggung pameran, kami memberikan pasar sebuah tempat untuk bersama-sama memikirkan bagaimana keunggulan bahan baku Indonesia menjadi keunggulan manufaktur yang sesungguhnya,” tuturnya.
(Taufik Fajar)