JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan membuatkan rekening bank bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang telah berusia 17 tahun. Saldo awal diberikan sebesar Rp50.000.
Pemerintah pun meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) mempersiapkan pembukaan rekening massal tersebut.
Rencana ini pertama kali diumumkan oleh pemerintah pada Senin, 7 September 2026. Percepatan kepemilikan rekening bank bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memperluas akses keuangan dan mempermudah penyaluran program bantuan sosial.
"Tadi Presiden meminta agar seluruh penduduk Indonesia mempunyai rekening bank, sehingga BRI dan Bank Syariah Indonesia diminta mempersiapkan rekening untuk masyarakat. Ke depannya, berbagai program bantuan pemerintah akan dikirimkan langsung ke rekening-rekening yang telah disiapkan untuk warga tersebut," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan.
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta warga usia 17 tahun dapat rekening bank saldo Rp50.000, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, jumlah WNI berusia 17 tahun ke atas saat ini mencapai sekitar 200 juta orang.
Nantinya, masing-masing rekening akan diberikan saldo awal sebesar Rp50.000.
Airlangga memperkirakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun. Hitungan ini berdasarkan 200 juta rekening dikali saldo awal Rp50.000.
"Kalau 200 juta penduduk, atau sekitar Rp11 triliun lah," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Airlangga memastikan saldo awal sebesar Rp50.000 tersebut dapat ditarik oleh pemilik rekening. Dengan demikian, dana tersebut tidak menjadi saldo yang mengendap. Saldo tersebut juga dipastikan tidak akan terpotong biaya administrasi maupun biaya lainnya.
"Bisa, bisa ditarik," katanya.
Terkait waktu dimulainya pembukaan rekening, Airlangga mengatakan kebijakan tersebut sedang dipersiapkan dan ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Adapun sumber anggaran untuk program tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Dari APBN," ujar Airlangga.