“BRICS mewakili setengah umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian dan perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-masar terbesar dan para produsen energi utama di dunia. Hal ini menciptakan kekuatan kolektif yang sangat besar,” tegas Presiden Prabowo.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo membawa pengalaman ASEAN sebagai contoh nyata bagaimana sinergi kawasan mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika geopolitik. Beliau juga mendesak perlunya reformasi mendasar pada berbagai lembaga multilateral, seperti PBB, WTO, dan lembaga keuangan internasional (IFIs), agar lebih responsif serta adil mewakili kepentingan negara-negara berkembang.
Rangkaian KTT BRICS 2026 dijadwalkan berlanjut pada hari kedua dengan agenda pembahasan “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” yang melibatkan negara anggota dan mitra BRICS.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam KTT ini antara lain Menteri Luar Negeri, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sekretaris Kabinet, serta Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
(Feby Novalius)