Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kupon digital dengan penggunaan terbatas. Bantuan nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu, seperti membayar listrik, membeli beras, atau membeli bahan bakar.
Pembatasan tersebut juga ditujukan untuk mencegah penyalahgunaan bansos, termasuk untuk judi online (judol).
Luhut mengatakan penerima bansos digital nantinya mencakup masyarakat yang masuk dalam desil satu hingga lima.
Namun, penataan data berdasarkan desil masih menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan pemerintah.
Pemerintah menargetkan roll out digitalisasi bansos pada pekan ketiga Oktober 2026.
Luhut mengatakan Presiden telah memberikan arahan untuk mempercepat proses digitalisasi tersebut. Pemerintah menargetkan sekitar 80% proses telah selesai ketika program mulai diluncurkan.