Ekspansi ke Asia Tenggara, Produsen Minuman Arab Saudi Incar Indonesia dan Malaysia

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 15 September 2026 13:03 WIB
Perusahaan minuman asal Arab Saudi tengah menjajaki peluang kerja sama dengan mitra lokal di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Kinza)
Share :

JAKARTA – Perusahaan minuman asal Arab Saudi tengah menjajaki peluang kerja sama dengan mitra lokal di Indonesia dan Malaysia untuk mendukung ekspansi pasar di Asia Tenggara. Kemitraan dijajaki mencakup manufaktur, distribusi, ritel, serta layanan makanan dan minuman (foodservice). Kinza melihat Indonesia dan Malaysia sebagai pasar strategis dalam rencana pengembangan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.

Di Indonesia, perusahaan menjajaki kerja sama dengan mitra lokal untuk mengembangkan jalur distribusi sekaligus mengevaluasi opsi manufaktur yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sementara di Malaysia, penjajakan mencakup kerja sama di bidang manufaktur, distribusi, ritel, dan foodservice.

Pendiri Kinza, Bandar Okrin, mengatakan Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang dipertimbangkan perusahaan dalam pengembangan bisnis internasional.

"Asia Tenggara merupakan babak penting berikutnya dalam pertumbuhan internasional kami. Malaysia dan Indonesia masing-masing menawarkan peluang yang khas dan menjanjikan, dan keduanya menjadi inti dari strategi kami di Asia Tenggara," ujar Okrin.

Menurut dia, perusahaan membutuhkan mitra yang memahami karakteristik pasar lokal serta memiliki kemampuan dalam manufaktur dan distribusi. Kemitraan tersebut dinilai penting untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing negara.
Menjajaki Produksi Lokal

Untuk pasar Indonesia, perusahaan juga mempertimbangkan sejumlah model kerja sama, termasuk manufaktur berdasarkan kontrak (contract manufacturing) dan kemitraan industri. Pilihan tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan mitra, potensi pasar, serta kelayakan komersial.

Produksi lokal menjadi salah satu opsi yang dijajaki untuk mendukung pengembangan bisnis di Indonesia. Model tersebut dinilai dapat membantu perusahaan menyesuaikan rantai pasok dengan kebutuhan pasar serta memperpendek waktu distribusi.

Meski demikian, fasilitas produksi di Jeddah, Arab Saudi, tetap menjadi salah satu basis produksi dan ekspor perusahaan dalam pengembangan pasar internasional.

Ekspansi ke Asia Tenggara merupakan bagian dari pengembangan pasar internasional perusahaan yang sebelumnya telah mencakup sejumlah negara di berbagai kawasan. Perusahaan menyebut produknya saat ini telah dipasarkan di 75 negara.

Dalam mengembangkan pasar baru, perusahaan akan menyesuaikan strategi distribusi dan produk dengan karakteristik konsumen di masing-masing negara. Di Indonesia, jalur distribusi yang dijajaki mencakup ritel, toko independen, foodservice, dan perdagangan elektronik (e-commerce).

Sementara itu, di Malaysia, perusahaan menjajaki kerja sama dengan jaringan ritel, minimarket, foodservice, dan e-commerce.

Okrin mengatakan perusahaan tidak hanya mempertimbangkan perluasan wilayah pemasaran, tetapi juga mencari mitra yang memahami karakteristik konsumen dan memiliki kemampuan untuk membangun kegiatan usaha secara berkelanjutan.

"Tujuan kami bukan sekadar memasuki sebanyak mungkin pasar. Kami ingin membangun kemitraan yang tepat, memahami konsumen lokal dan memenuhi preferensi mereka, serta membangun fondasi distribusi dan manufaktur yang diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang," katanya.

Penjajakan kemitraan tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang kerja sama antara perusahaan asal Timur Tengah dan pelaku usaha di Asia Tenggara, khususnya dalam sektor manufaktur dan distribusi produk konsumen.

Bagi Indonesia dan Malaysia, masuknya perusahaan asing melalui kemitraan dengan pelaku usaha lokal juga dapat membuka peluang kerja sama di sepanjang rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi dan perdagangan.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya