JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang promosi penanaman modal langsung bersama Menteri Investasi Kerajaan Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif. Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara di berbagai sektor strategis.
Rosan menjelaskan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah strategis untuk membawa hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi ke level yang lebih tinggi.
"Hari ini bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Hari ini adalah tentang mentransformasikan persahabatan yang telah terjalin lama menjadi kerja sama ekonomi yang lebih kuat," ujar Rosan, Kamis (6/8/2026).
Rosan mengatakan, hubungan erat yang telah terjalin selama puluhan tahun kini diperluas melalui peningkatan investasi guna menghadirkan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
"Kami ingin melihat semakin banyak perusahaan Arab Saudi berinvestasi di Indonesia dan semakin banyak perusahaan Indonesia yang menjajaki peluang usaha di Arab Saudi. Kami juga ingin memperkuat kolaborasi di sektor-sektor strategis, mulai dari hilirisasi, manufaktur, infrastruktur, energi baru terbarukan, logistik, properti, hingga teknologi digital," ujarnya.
Tercatat, realisasi investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) Arab Saudi di Indonesia mencapai USD126,2 juta pada periode 2021 hingga Semester I 2026.
Di tengah dinamika global, Rosan menilai investor kini semakin mengutamakan stabilitas, kepastian, dan peluang jangka panjang, melampaui pertimbangan biaya kompetitif semata.