IPO Swayasa Prakarsa (SWAP) Ditunda, Ini Penjelasan OJK

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 17 September 2026 12:29 WIB
OJK belum menerbitkan pernyataan efektif untuk penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT Swayasa Prakarsa. (Foto: Okezone.com/OJK)
Share :

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum menerbitkan pernyataan efektif untuk penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) PT Swayasa Prakarsa (SWAP). Hal ini menyusul perubahan skema penjaminan emisi dari full commitment menjadi best effort yang memerlukan pengungkapan tambahan dalam prospektus.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan perubahan tersebut dilakukan oleh penjamin emisi efek dalam proses IPO SWAP. Penjaminan yang semula menggunakan skema full commitment diubah menjadi skema best effort.

Perubahan tersebut membuat OJK meminta informasi tambahan mengenai sumber dana lain yang akan digunakan perseroan apabila dana hasil IPO tidak mencukupi untuk membiayai kegiatan yang telah direncanakan.

"Penjamin Emisi Efek dalam proses Penawaran Umum perdana Saham melakukan perubahan rencana penjaminannya dari penjaminan penuh (full commitment) menjadi penjaminan secara kesanggupan terbaik (best effort)," kata Hasan dalam jawaban tertulis konferensi pers RDKB Agustus 2026, dikutip Kamis (17/9/2026).

Menurut Hasan, rencana penggunaan dana hasil penawaran umum SWAP telah memiliki nilai dan peruntukan yang spesifik, antara lain untuk pembangunan gedung dan pembayaran utang.

Namun, karena penjamin emisi tidak lagi memberikan penjaminan penuh, OJK menilai perlu ada pengungkapan mengenai sumber dana alternatif apabila dana yang diperoleh dari IPO tidak mencukupi.

"Diperlukan pengungkapan tambahan dalam Prospektus mengenai informasi keterangan mengenai sumber dana lain yang akan digunakan untuk membiayai suatu kegiatan apabila dana hasil Penawaran Umum tidak mencukupi," jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya