“Artinya, PT RAI memiliki kapasitas untuk mengolah lebih dari 2 juta butir kelapa per hari,” kata Johanna.
Peningkatan kapasitas tersebut juga akan digunakan untuk memperluas produksi sejumlah produk turunan kelapa, seperti desiccated coconut low fat, desiccated coconut high fat, santan, arang, cocofiber, cocopeat, dan crude coconut oil.
Pemilik PT RAI Jerry Hermawan Lo mengatakan pengembangan industri pengolahan kelapa merupakan bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut sebelum dipasarkan ke luar negeri.
“Kalau dulu kelapa Indonesia diekspor dalam bentuk utuh atau kelapa bulat dengan harga murah, sekarang dengan pabrik ini kami bisa olah dulu sebelum diekspor. Tentu saja olahan kelapa memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Ini yang dinamakan hilirisasi kelapa,” kata Jerry.
Menurut Jerry, pengolahan kelapa di dalam negeri dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus membuka lapangan pekerjaan dan memperluas keterlibatan petani dalam rantai industri.
Seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting. RAI bekerja sama dengan petani kelapa di sejumlah daerah dan menjalankan program pendampingan serta pelatihan untuk meningkatkan produktivitas.
(Feby Novalius)