Produksi Padi di Lahan Demplot Tembus 10 Ton per Hektare, Begini Caranya

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 18 September 2026 15:08 WIB
Produktivitas padi pada lahan demplot seluas 5 hektare bisa meningkat hingga 10.097 kilogram (Kg) gabah per hektare. (Foto: Okezone.com/Kelompok Tani)
Share :

JAKARTA  — Produktivitas padi pada lahan demplot seluas 5 hektare bisa meningkat hingga 10.097 kilogram (Kg) gabah per hektare. Hasil tersebut diperoleh dari perlakuan pemupukan berimbang dengan penggunaan 70 persen pupuk sintetis dan pupuk hayati cair (PHC) Pureplant sebanyak 6 liter per hektare. 

Data hasil panen tersebut dikelola Kelompok Tani Lestari Nogosari, Kelurahan Trirenggo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (18/9/2026).

Produktivitas pada perlakuan tersebut lebih tinggi dibandingkan dua perlakuan lainnya. Penggunaan 100 persen pupuk kimia menghasilkan 6.624 kilogram per hektare, sedangkan penggunaan 100 persen pupuk kimia yang ditambah PHC Pureplant menghasilkan 7.534 kilogram per hektare.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah Kelurahan Trirenggo, Sunarya, mengatakan pertumbuhan tanaman pada perlakuan pemupukan berimbang menunjukkan hasil yang baik.

“Hasilnya bagus sekali, anakan mencapai 55 anakan dan bulirnya banyak,” kata Sunarya yang membina Kelompok Tani Lestari Nogosari.

Produktivitas tersebut meningkat sekitar 3 ton per hektare dibandingkan rata-rata produksi padi di kawasan Trirenggo yang berada di kisaran 7 ton per hektare.

Direktur Pupuk Kementerian Pertanian Syamsudin mengatakan hasil demplot tersebut menunjukkan potensi perbaikan sistem budidaya dalam meningkatkan produktivitas padi.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Intani. Sangat baik dan terukur dalam program swasembada pangan berkelanjutan. Jarang demplot seperti ini yang bisa meningkatkan produktivitas,” ujar Syamsudin.

Direktur Pembenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani Retno Widowati mengatakan pemilihan benih unggul dan penerapan pemupukan berimbang merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas tanaman.

Menurut Ladiyani, penggunaan pupuk hayati juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperbaiki kondisi tanah pertanian, terutama pada lahan yang mengalami degradasi.

Demplot tersebut menggunakan PHC Pureplant dan pembenah tanah organik (PTO) HumicGen sebagai bagian dari perlakuan budidaya. Selain di Bantul, demplot serupa dikembangkan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dengan masing-masing luasan 5 hektare.

Hasil demplot tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk pengujian dan pengembangan pola pemupukan berimbang di wilayah lain dengan mempertimbangkan kondisi tanah, varietas benih, lingkungan budidaya, dan kebutuhan pemupukan di masing-masing daerah.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya