Bayar Bunga Utang Rp394,2 Triliun, Kemenkeu: Dukung Aktivitas Ekonomi

Anggie Ariesta, Jurnalis
Minggu 20 September 2026 10:00 WIB
Bayar Bunga Utang Rp394,2 Triliun, Kemenkeu: Dukung Aktivitas Ekonomi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembayaran belanja bunga utang Rp394,2 triliun hingga akhir Agustus 2026. Porsi belanja bunga utang dalam negeri tercatat sebesar Rp366,4 triliun, sedangkan untuk porsi luar negeri mencapai Rp27,8 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan, komponen pembayaran tersebut didominasi oleh kewajiban domestik. 

"Artinya belanja bunga yang kita realisasikan itu beredar di dalam negeri dan menjadi likuiditas serta sumber daya ekonomi untuk mendukung aktivitas ekonomi dalam negeri," kata Suminto dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Untuk mendukung efisiensi pembiayaan, Kemenkeu berkomitmen menjaga komposisi instrumen secara teratur melalui lelang rutin Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) setiap hari Selasa.

Di samping instrumen komersial, pemerintah menjadwalkan penerbitan dua seri SBN Ritel tambahan hingga akhir tahun, yakni Sukuk Tabungan dan SBN Ritel Konvensional. Opsi penerbitan SBN berdenominasi valuta asing (valas) juga tetap disiagakan dengan mencermati kondisi dinamika pasar keuangan global.

 

Di sisi pembiayaan non-SBN, fasilitas pinjaman program dari mitra pembangunan internasional, seperti Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), telah siap untuk dicairkan sesuai kebutuhan kas negara.

Langkah-langkah terukur ini ditempuh agar pasokan instrumen di pasar sekunder tetap stabil serta tidak memicu tekanan pada imbal hasil (yield).

"Kami ingin memastikan suplai penerbitan SBN domestik tetap terjaga agar tidak menambah risiko pasokan yang berpotensi meningkatkan yield," ungkap Suminto.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya