JAKARTA - Pemerintah menyiapkan sejumlah program insentif bagi masyarakat yang akan menerima rekening bank secara massal. Langkah ini dilakukan untuk mencegah rekening menjadi pasif (dormant) akibat ketiadaan transaksi dalam jangka waktu tertentu.
"Kami sedang memikirkan program yang tepat untuk masyarakat berusia 17 tahun hingga usia menikah agar rekening mereka tidak dormant," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai acara Antara Business Forum 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Pemerintah saat ini sedang mendata warga berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening bank. Setiap warga yang terdaftar akan dibuatkan rekening secara gratis dengan saldo awal sebesar Rp50 ribu.
"Kami sudah melaporkan rencana ini kepada Presiden. Berdasarkan hasil rekapitulasi, masih ada sebagian warga di atas usia 17 tahun yang belum memiliki rekening," ujar Airlangga.
Airlangga memperkirakan target penerima program ini mencapai 76 juta orang. Angka tersebut dihitung berdasarkan alokasi anggaran sebesar Rp3,8 triliun yang dibagi dengan saldo awal Rp50 ribu per rekening.
"Jumlah penerima tinggal dibagi saja, Rp3,8 triliun dibagi Rp50 ribu," tuturnya.
Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan program ini bersama dua bank milik negara, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh warga negara Indonesia memiliki rekening bank. Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat.
Untuk memastikan akurasi data calon penerima, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) kini sedang melakukan sinkronisasi data kependudukan.
(Feby Novalius)