Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan cukup dalam dan masuk jajaran top losers pekan ini. Antara lain, SAFE turun dari Rp1.045 menjadi Rp625, atau merosot 40,19 persen.
Selanjutnya, MSIN terkoreksi 31,03 persen dari Rp290 menjadi Rp200. MNCN turun 27,66 persen dari Rp188 menjadi Rp136, sedangkan KPIG melemah 26,47 persen dari Rp68 menjadi Rp50.
SDMU juga mencatat penurunan sebesar 26,09 persen dari Rp92 menjadi Rp68. Kemudian BMTR turun 25,22 persen dari Rp115 menjadi Rp86, dan JGLE terkoreksi 25 persen dari Rp72 menjadi Rp54.
Saham COCO menyusul dengan penurunan 23,31 menjadi Rp102. Sementara YPAS turun 22,39 persen menjadi Rp1.040 dan TRIN melemah 22,35 persen menjadi Rp278.
Di tengah pelemahan indeks, aktivitas volume perdagangan justru meningkat. Rata-rata volume transaksi harian BEI naik 2,04 persen menjadi 29,20 miliar saham dari 28,61 miliar saham pada pekan sebelumnya. Namun, rata-rata nilai transaksi harian turun 21,32 persen menjadi Rp11,98 triliun dari Rp15,22 triliun.
Sepanjang pekan perdagangan 21-25 September 2026, hampir seluruh sektor saham di BEI mengalami pelemahan. Sektor industrials mencatat koreksi terdalam dengan melemah 5,48 persen, disusul infrastructures yang melemah 4,10 persen dan technology sebesar 3,96 persen.
Selanjutnya, consumer non-cyclicals melemah 3,50 persen, properties & real estate melemah 2,95 persen, energy melemah 2,94 persen, dan basic materials melemah 2,59 persen.
Sektor transportation & logistic tercatat melemah 2,47 persen, diikuti financials yang melemah 2,41 persen dan healthcare sebesar 2,37 persen.
Sementara itu, consumer cyclicals menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan, meski tipis, yakni sebesar 0,02 persen.
(Dani Jumadil Akhir)