Industri Ramai-Ramai Pakai CNG, Hemat Biaya Energi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 26 September 2026 19:04 WIB
Industri Ramai-Ramai Pakai CNG, Hemat Biaya Energi (Foto: Dokumentasi PGN)
Share :

JAKARTA - Industri ramai-ramai menggunakan gas bumi berupa Compressed Natural Gas (CNG). Dengan penggunaan CNG ini, mampu menghemat biaya energi.

Industri perhotelan hingga makanan menggunakan CNG. Saat ini PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak usaha PGN sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui skema CNG point-to-point bagi pelaku usaha di Yogyakarta. 

Industri Makanan Pakai CNG

Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara Miranti Dyah Pramesti, menjelaskan bahwa pendampingan pada tahap awal penggunaan menjadi bagian penting dalam memastikan pelanggan dapat memanfaatkan CNG sesuai kebutuhan operasionalnya.

“Marugame Udon Kaliurang, Yogyakarta merupakan pelanggan baru CNG Gagas. Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan secara optimal sejak awal penggunaan. Kami ingin memastikan pelanggan merasa nyaman menggunakan gas bumi dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dalam kegiatan operasionalnya,” ujar Miranti dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Dukungan kepada pelanggan diberikan melalui layanan terintegrasi, mulai dari instalasi dan penyesuaian peralatan, monitoring pasokan, refill, cleaning, hingga maintenance. Gagas juga melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan instalasi dan ketersediaan pasokan tetap mendukung kenyamanan dan kebutuhan operasional pelanggan.

“Kami memastikan perawatan dan pengecekan dilakukan secara berkala serta refill dilakukan sebelum persediaan habis. Apabila terdapat kendala pada instalasi maupun penggunaan CNG, tim Gagas siap melakukan tindak lanjut agar operasional pelanggan tetap berjalan dengan baik,” jelas Miranti.

Menurut Miranti, kebutuhan setiap pelanggan dapat berbeda sehingga pendampingan sekaligus menjadi bagian dari evaluasi Gagas dalam meningkatkan kualitas layanan CNG point-to-point.

“Pengalaman dari setiap pelanggan menjadi masukan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Hal ini juga menjadi modal bagi Gagas untuk memperluas pemanfaatan CNG point-to-point kepada pelaku usaha lainnya yang membutuhkan akses gas bumi di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa,” tutup Miranti.

Penggunaan CNG di outlet tersebut telah berjalan sekitar dua bulan dan saat ini memasuki tahap awal penyesuaian operasional. Supervisor Marugame Udon Kaliurang Yogyakarta, Dedi Sugianto, mengatakan penggunaan CNG merupakan pengalaman baru bagi outletnya. Pemanfaatan gas bumi dilakukan atas rekomendasi kantor pusat sebagai salah satu alternatif energi untuk mendukung kebutuhan operasional yang lebih efisien.

“Pemakaian CNG di outlet kami sudah berjalan sekitar dua bulan dan saat ini masih dalam tahap penyesuaian. Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Api yang dihasilkan juga stabil dan lebih biru,” ujar Dedi.

Saat ini, Marugame Udon Kaliurang menggunakan sekitar 1.000 m³ gas bumi per bulan yang dipasok melalui tujuh CNG cylinder. Selain keandalan pasokan, dukungan teknis dan pemeliharaan menjadi bagian dari layanan yang diterima pelanggan.

Dedi mengatakan pelayanan dari Gagas menjadi salah satu hal yang membedakan penggunaan CNG dengan energi sebelumnya. "Kalau energi sebelumnya tidak ada servis dan perawatan. Dengan CNG, instalasi dan perawatan didampingi Gagas, jadi kami lebih mudah dalam penggunaannya," ujarnya.

Melalui skema CNG point-to-point, PGN bersama Gagas menghadirkan akses gas bumi yang lebih fleksibel bagi pelanggan di wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa. Solusi ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi sekaligus menyediakan layanan energi yang andal untuk mendukung kegiatan operasional pelanggan.

 

CNG Masuk ke Industri Hotel

Sementara itu, Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta juga memanfaatkan CNG. Pemanfaatan CNG memberikan manfaat bagi operasional Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta, terutama dari sisi efisiensi biaya dan keandalan pasokan untuk mendukung aktivitas dapur hotel.

Chief Engineering Platinum Hotel Maryudi mengungkapkan bahwa transisi ke CNG memberikan manfaat dari sisi teknis maupun finansial. Saat ini, rata-rata konsumsi gas bumi untuk kebutuhan dapur hotel berkisar 40 hingga 60 meter kubik (m³) per hari.

Layanan gas bumi untuk Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta menggunakan fasilitas tujuh CNG Cylinder dengan kapasitas masing-masing ±28 m³.

“Penggunaan CNG menjadi salah satu langkah investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi operasional hotel. Untuk kebutuhan dapur, kami mencatat efisiensi biaya penggunaan gas sekitar 20%-30% dibandingkan ketika masih menggunakan LPG. Efisiensi ini membantu kami dalam menjaga biaya operasional hotel,” ujar Maryudi.

Maryudi menambahkan, penggunaan gas bumi juga memberikan manfaat dari sisi operasional dapur. Nyala api yang stabil mendukung proses memasak, sementara karakteristik pembakaran gas bumi yang relatif lebih bersih membantu mengurangi residu pada peralatan memasak dan menjaga kebersihan area dapur.

Untuk mendukung kebutuhan sektor perhotelan yang beroperasi selama 24 jam, Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, mengatakan bahwa Gagas berkomitmen menjaga keandalan pasokan sekaligus menerapkan standar keamanan dan keselamatan dalam pelayanan kepada pelanggan.

“Untuk mendukung operasional Hotel Platinum yang berlangsung 24 jam, kami menyiagakan tim operasional dan melakukan pemantauan pasokan secara berkelanjutan. Penggunaan gas pelanggan dipantau secara real-time sehingga apabila terdapat potensi kendala atau laporan dari lapangan, tim dapat segera melakukan respons dan penanganan,” jelas Miranti.

Menurut Miranti, Gagas juga memberikan kemudahan bagi pelanggan melalui pengelolaan pengisian ulang CNG yang disesuaikan dengan pola konsumsi.

“Prinsip layanan kami adalah ‘pelanggan tinggal pakai’. Operator melakukan pengisian ulang secara rutin dan terukur berdasarkan pemantauan pemakaian gas. Kami juga menjalankan pemeriksaan berkala, termasuk deteksi potensi kebocoran, untuk memastikan seluruh sistem dan fasilitas gas di area hotel tetap berada dalam kondisi aman dan optimal,” tambah Miranti.

Gagas turut mendampingi proses konversi peralatan dapur untuk penggunaan CNG. Penyesuaian dilakukan agar peralatan dapat menggunakan gas bumi secara aman dan tetap mendukung kebutuhan operasional staf dapur.

Saat ini, sebanyak enam unit Hotel Platinum di Indonesia telah memanfaatkan gas bumi yang disalurkan oleh Gagas. Pemanfaatan CNG tersebut menunjukkan peluang penggunaan gas bumi yang semakin luas pada sektor hospitality, khususnya untuk kebutuhan operasional yang membutuhkan pasokan energi secara kontinu.

Penyaluran CNG ini juga menjadi bagian dari pengembangan layanan gas bumi beyond pipeline PGN. Melalui skema CNG, manfaat gas bumi dapat menjangkau pelanggan di wilayah yang belum terhubung langsung dengan jaringan pipa gas bumi.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya