RI Ubah Batu Bara Jadi BBM, ESDM Siapkan Kalimantan-Sumsel Jadi Pusat Produksi 

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Selasa 29 September 2026 11:43 WIB
RI Ubah Batu Bara Jadi BBM, ESDM Siapkan Kalimantan-Sumsel Jadi Pusat Produksi (Foto: PLN EPI)
Share :

JAKARTA - Wakil Menteri Enerrg dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan fasilitas produksi untuk mengubah batu bara kalori rendah menjadi bahan bakar minyak (BBM). 

Yuliot menyebut, wilayah Kalimantan dan Sumatera Selatan disiapkan sebagai basis produksi pengubahan batu bara menjadi BBM. Hal ini menimbang ketersediaan batu bara ber kalori rendah cukup banyak tersedia di wilayah tersebut. 

"Jadi ada beberapa yang di Kalimantan Timur itu sudah mulai kita dorong untuk kegiatannya itu ada juga yang di Sumatera Selatan atau daerah-daerah yang potensi batu baranya cukup besar," ujarnya saat ditemui di TMP Kalibata, Selasa (29/9/2026).

Yuliot mengatakan, sebelumnya Kementerian ESDM telah melakukan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Gasifikasi Batubara menjadi Metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. 

Proyek ini ditargetkan menghasilkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp7,1 triliun per tahun dari penurunan impor BBM yang sebelumnya dilakukan. 

"Jadi untuk batu bara, kan kita sudah mulai kegiatan investasi batu bara menjadi metaol yang di Kutai Timur. Ini saya yang melakukan groundbreaking untuk kegiatan itu," sambungnya. 

Yuliot menambahkan, nantinya batu bara tersebut akan diubah menjadi metanol. Metanol yang dihasilkan akan memasok kebutuhan industri, terutama petrokimia dan formaldehida, serta mendukung pengembangan FAME dan program B50.

"Jadi metanol itu kan bisa digunakan sebagai pencampuran bahan bakar minyak," tambahnya. 

 

Sebagai informasi, fasilitas produksi batubara menjadi BBM yang dibangun di Kalimantan dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Pembangunannya akan memanfaatkan lahan sekitar 93 hektare di kawasan BCIP.

Proyek ini akan mengolah sekitar 7,70-7,78 juta ton batubara berkalori 3.400 kcal/kg per tahun menjadi metanol berstandar internasional, yaitu International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade. 

Produksi ditargetkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor, mengingat pada tahun 2025, Indonesia masih mengimpor sebesar 1,3 juta ton metanol atau senilai Rp7,1 triliun. 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya