Advertisement
Advertisement

ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang Batu Bara ke Kopassus, Nilainya Rp70,6 Miliar

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2026 |11:39 WIB
ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang Batu Bara ke Kopassus, Nilainya Rp70,6 Miliar
ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang Batu Bara ke Kopassus, Nilainya Rp70,6 Miliar (Foto: ESDM)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalihkan status penggunaan 137,1 hektare (ha) lahan eks tambang batu bara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk mendukung operasional Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Aset negara yang terdiri dari 102 bidang tanah tersebut memiliki nilai perolehan Rp70,68 miliar.

Pengalihan aset itu ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) alih status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) pada Jumat (6/11/2026). Lahan seluas 1.371.227 meter persegi tersebut berlokasi di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Aset tersebut berasal dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Multi Harapan Utama (MHU). Melalui pengalihan ini, lahan yang sebelumnya menjadi bagian dari aset sektor pertambangan kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan pertahanan negara.

Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian ESDM Rakhmawati mengatakan, penyerahan aset tersebut merupakan bagian dari sinergi antarkementerian dan lembaga dalam menjaga kedaulatan serta keamanan nasional.

Menurut dia, dukungan terhadap kebutuhan pertahanan negara memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk melalui pemanfaatan aset yang dikuasai pemerintah.

"Sebagai negara yang berada di garis depan kawasan strategis, keberlanjutan dan ketahanan energi menjadi salah satu faktor utama dalam menunjang keamanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (7/11/2026). 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement