Cegah Proyek Mangkrak, Masalah Konstruksi Harus Diantisipasi Sejak Perencanaan

Feby Novalius, Jurnalis
Rabu 30 September 2026 13:03 WIB
Masalah dalam proyek konstruksi perlu dicegah sejak tahap perencanaan dan koordinasi, bukan hanya ditangani setelah muncul di lapangan. (Foto: Okezone.com/Jean Dee).
Share :

Salah satu persoalan yang dapat muncul adalah benturan antar-disiplin pekerjaan. Misalnya, jalur perpipaan dapat bertabrakan dengan struktur bangunan ketika pekerjaan sudah berlangsung. Jika persoalan tersebut baru ditemukan di lapangan, proyek dapat membutuhkan pembongkaran, perubahan pekerjaan, tambahan waktu, dan penggunaan kembali sumber daya.

“Sebagian besar pekerjaan yang harus dibangun dua kali sebenarnya bisa dicegah. Bukan dengan bekerja lebih keras, tetapi dengan membuat tim yang berbeda saling berbicara lebih awal. Banyak bentrokan lahir dari percakapan yang tidak pernah terjadi,” ujar Jean Dee.

Karena itu, dia menilai pendekatan dalam pelaksanaan proyek perlu bergeser dari memperbaiki masalah setelah terjadi menjadi mencegah masalah sejak awal. Pemilik dan pengelola proyek perlu memastikan desain telah cukup matang, koordinasi lintas disiplin dilakukan sejak awal, standar pekerjaan dipahami, dan supervisi digunakan untuk menjaga standar selama pelaksanaan.

“Pemilik proyek yang paling efektif berhenti bertanya, ‘kenapa mereka tidak mengerjakannya dengan benar?’. Mereka mulai bertanya, ‘apakah saya sudah menciptakan kondisi agar mereka bisa?’” katanya.

Menurut Jean Dee, penerapan perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan yang lebih konsisten tidak hanya berdampak pada satu proyek, tetapi juga dapat mendukung produktivitas dan efisiensi industri konstruksi.

Kompetensi tenaga kerja, kata dia, perlu berjalan bersama dengan standar kerja yang jelas, koordinasi sejak awal, serta desain yang matang.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya