Advertisement
Advertisement

Pemulihan Pascabanjir di 16 Desa Aceh, Ini Progres Terbarunya

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 04 November 2026 |20:12 WIB
Pemulihan Pascabanjir di 16 Desa Aceh, Ini Progres Terbarunya
Pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh telah menjangkau 16 desa yang tersebar di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen. (Foto: Okezone.com/Brantas Abipraya)
A
A
A

JAKARTA – Pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh telah menjangkau 16 desa yang tersebar di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen. Penanganan mencakup pembersihan material banjir, pembukaan akses lingkungan, normalisasi saluran drainase, hingga pemulihan fasilitas umum untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Pekerjaan pemulihan melibatkan PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dari total desa yang ditangani, sebanyak 11 desa berada di Kabupaten Pidie, sedangkan lima desa lainnya berada di Kabupaten Bireuen.

Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada November 2025. Pemerintah dan pihak terkait melakukan sejumlah pekerjaan infrastruktur untuk mengembalikan fungsi lingkungan serta memperlancar aktivitas masyarakat setelah bencana.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga mendukung masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Pemulihan pascabencana bukan sekadar mengembalikan kondisi infrastruktur seperti semula, tetapi juga bagaimana kita membantu masyarakat bangkit, kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, dan menumbuhkan optimisme untuk menata kehidupan ke depan. Melalui sinergi bersama Kementerian PU, kami berupaya memastikan setiap langkah penanganan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak," ujar Dian.

Pembersihan lingkungan dan pemulihan saluran drainase menjadi bagian penting dalam penanganan wilayah terdampak. Infrastruktur yang kembali berfungsi dapat membantu memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta mengurangi gangguan terhadap kehidupan masyarakat.

Dalam proses penanganan tersebut, keterlibatan masyarakat setempat juga diperlukan untuk mendukung pemulihan lingkungan. Gotong royong antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan warga menjadi salah satu unsur penting dalam mengembalikan kondisi kawasan setelah banjir.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement