Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Proyek Mangkrak, Masalah Konstruksi Harus Diantisipasi Sejak Perencanaan

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 30 September 2026 |13:03 WIB
Cegah Proyek Mangkrak, Masalah Konstruksi Harus Diantisipasi Sejak Perencanaan
Masalah dalam proyek konstruksi perlu dicegah sejak tahap perencanaan dan koordinasi, bukan hanya ditangani setelah muncul di lapangan. (Foto: Okezone.com/Jean Dee).
A
A
A

JAKARTA — Masalah dalam proyek konstruksi perlu dicegah sejak tahap perencanaan dan koordinasi, bukan hanya ditangani setelah muncul di lapangan. Kualitas perencanaan, kompetensi tenaga kerja, standar kerja dan koordinasi lintas disiplin menjadi sejumlah faktor yang menentukan efisiensi proyek.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi menyumbang 9,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I-2026. Dengan kontribusi tersebut, efisiensi proyek menjadi bagian penting dalam penggunaan waktu, biaya, tenaga kerja, dan sumber daya pembangunan.

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan II 2026 masih mengalami kontraksi 2,36 persen secara tahunan. Meski demikian, angka tersebut membaik dibandingkan kontraksi 25,67 persen pada triwulan sebelumnya.

Dalam kondisi tersebut, ruang untuk menanggung pekerjaan ulang, keterlambatan, maupun keputusan yang terlambat menjadi semakin terbatas.

Menurut Spesialis Manajemen Proyek dan Project Delivery Konstruksi Jean Dee, ketika proyek mengalami keterlambatan atau pekerjaan harus diulang, persoalan tidak cukup dilihat dari kesalahan pelaksana di lapangan. Faktor yang perlu diperiksa juga mencakup kompetensi pekerja, standar kerja, informasi yang tersedia, serta kondisi yang memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan benar sejak awal.

“Ketika sebuah proyek mengalami keterlambatan atau pekerjaan harus diulang, pertanyaannya tidak seharusnya berhenti pada siapa yang melakukan kesalahan. Kita perlu melihat apakah orang-orang di lapangan sudah diberikan kompetensi, standar, informasi, dan kondisi kerja yang memungkinkan mereka melakukan pekerjaan dengan benar sejak awal,” ujar Jean Dee, Rabu (30/9/2026). 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement