"Semangat gotong royong menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan ini. Kami percaya bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, yang dibangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kepercayaan diri dan harapan masyarakat untuk kembali bangkit," tambah Dian.
Selain penanganan dampak banjir pada November 2025, Brantas Abipraya juga menyebut keterlibatannya dalam penanganan banjir setelah hujan deras mengguyur Aceh pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan sejumlah desa di beberapa kecamatan terendam air.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir terjadi akibat peningkatan debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi.
Selain pekerjaan infrastruktur, Brantas Abipraya juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban warga selama masa penanganan bencana.
Ke depan, pemulihan wilayah terdampak masih membutuhkan koordinasi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, dan masyarakat. Penanganan tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dan fasilitas umum, tetapi juga memperkuat kesiapan kawasan dalam menghadapi potensi bencana serupa.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.