JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut Indonesia memiliki potensi untuk mandiri di industri otomotif. Menurutnya, potensi tersebut perlu didorong melalui penggunaan dan pengembangan produk kendaraan dalam negeri.
AHY mengatakan dirinya sendiri telah menggunakan Maung Garuda produksi PT Pindad sebagai kendaraan dinas. Ia mengaku pertama kali menggunakan kendaraan taktis tersebut saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026) kemarin.
"Kemarin perdana kita gunakan untuk menghadiri acara Peringatan Hari Ulang Tahun TNI di Cilangkap. Memang benar ada kendaraan operasional produksi Pindad, Maung Garuda, yang kita harapkan ini juga sebagai bagian dari upaya kita terus mempromosikan produk atau industri dalam negeri," kata AHY dijumpai di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Ia mengatakan PT Pindad selama ini terus melakukan inovasi dan memproduksi kendaraan untuk kebutuhan pertahanan negara, termasuk kendaraan taktis. AHY yang pernah bertugas di militer mengaku pernah menggunakan sejumlah produk Pindad, seperti APC Anoa dan kendaraan taktis Komodo.
Kini, menurut AHY, Pindad mulai memperluas pasar dengan menyasar kebutuhan sipil melalui produk otomotif. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun keunggulan sekaligus kemandirian industri otomotif nasional.
"Nah, kali ini PT Pindad juga menyasar kebutuhan sipil, dan ini merupakan visi besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto pada akhirnya Indonesia harus memiliki keunggulan, bahkan kemandirian dalam industri otomotif," sebutnya.
AHY mengakui upaya mencapai kemandirian industri otomotif bukan hal mudah. Indonesia harus menghadapi persaingan dengan sejumlah pemain besar dunia yang telah memiliki teknologi dan kemampuan produksi yang lebih maju.
Meski demikian, ia menilai Indonesia memiliki modal untuk mengembangkan industri otomotif sendiri, terutama melalui sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang engineering, teknologi, dan inovasi.
"Tentu tidak mudah, banyak tantangannya, banyak pemain besar di dunia yang saat ini juga unggul dengan teknologi, tapi kita juga harus memulai. Indonesia juga memiliki potensi, kenapa tidak? Kita juga punya putra-putri terbaik yang memiliki kemampuan engineering-nya, kemudian juga teknologi, inovasi, dan lain sebagainya," ungkap AHY.
Dia berharap kualitas produk otomotif dalam negeri dapat terus meningkat seiring dengan semakin luasnya penggunaan produk buatan Indonesia. Ia pun menyatakan ingin ikut mendorong penggunaan produk dalam negeri tersebut.
"Mudah-mudahan tentu secara bertahap kalau berbicara kualitas akan terus meningkat seiring dengan semakin banyak yang menggunakan produk-produk dalam negeri. Jadi saya tentunya ingin turut menjadi bagian dari itu," pungkasnya.
(Taufik Fajar)