Lebih lanjut, Dony mengakui proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi membutuhkan waktu cukup panjang. Pasalnya, Danantara untuk pertama kalinya harus mengkonsolidasikan laporan keuangan dari 1.074 perusahaan.
Dia optimistis proses penyusunan laporan keuangan akan lebih cepat pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini karena Danantara telah memiliki model konsolidasi serta pemetaan chart of account dari masing-masing perusahaan.
"Insyaallah, mudah-mudahan tahun depan tidak akan lama lagi karena kita sudah punya modeling-nya. Chart of account-nya berbeda-beda, kemudian berbagai macam transaksi harus kita sisir satu per satu," tuturnya.
Dony menegaskan, konsolidasi tersebut merupakan bagian dari upaya Danantara untuk memastikan pengelolaan BUMN dilakukan secara lebih transparan dan mencerminkan nilai serta kinerja perusahaan yang sebenarnya.
(Taufik Fajar)