Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Danantara Investasi Rp4,4 Triliun di Produsen Migas AS

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2026 |07:18 WIB
Danantara Investasi Rp4,4 Triliun di Produsen Migas AS
Danantara Investasi Rp4,4 Triliun di Produsen Migas AS (Foto: Danantara)
A
A
A

JAKARTA - Danantara Indonesia melalui holding investasi, PT Danantara Investment Management (DIM) melakukan investasi strategis senilai USD250 juta atau sekitar Rp4,6 triliun ke HighPeak Energy, Inc. (HighPeak), perusahaan minyak dan gas bumi yang berbasis di Texas, Amerika Serikat (AS).

Investasi tersebut dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel (convertible preferred stocks) dalam beberapa tahap. HighPeak merupakan perusahaan yang bergerak dalam akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin.

Chief Executive Officer Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan, investasi tersebut merupakan bagian dari mandat DIM untuk menempatkan investasi pada sektor-sektor strategis yang mampu memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia," kata Pandu dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, posisi HighPeak di Permian Basin menjadi salah satu pertimbangan utama dalam investasi tersebut. Kawasan itu merupakan salah satu pusat produksi minyak dan gas bumi paling penting di Amerika Serikat.

Investasi tersebut sekaligus memperluas portofolio energi Danantara ke pasar global. DIM menilai kerja sama dengan HighPeak dapat menjadi bagian dari upaya membangun platform investasi yang semakin terdiversifikasi secara global.

Berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA), Permian Basin menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak Amerika Serikat pada 2025. Pertumbuhan produksi di wilayah tersebut sejak 2007 antara lain didorong oleh penggunaan teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik (hydraulic fracturing atau fracking).

Danantara melihat pengalaman pengembangan migas di Permian Basin juga memiliki relevansi bagi Indonesia, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas lapangan migas domestik yang telah memasuki fase matang.

"Apabila kondisi reservoir mendukung, teknik-teknik ini juga dapat diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur dan perolehan migas, sehingga dapat menjadi model yang relevan bagi Indonesia," tulis Danantara.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement