Selain pengembangan sumur bor, Kementerian PU juga terus membangun jaringan saluran untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian di KSPEAN Wanam. Dari target pembangunan jaringan sepanjang 180 kilometer, hingga 1 Oktober 2026 telah terealisasi sepanjang 133 kilometer. Pekerjaan tersebut mencakup jaringan irigasi rawa serta saluran pengendalian banjir yang berperan penting dalam menjaga tata air kawasan.
Melalui pengembangan sumur dalam dan pembangunan jaringan saluran secara terpadu, Kementerian PU berupaya memastikan ketersediaan air menjadi fondasi bagi pengembangan pertanian di KSPEAN Wanam. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas lahan, menjaga keberlanjutan kegiatan tanam, serta memperkuat upaya pengembangan kawasan sentra produksi pangan di Papua Selatan.
Pemerataan Sentra Produksi Pangan Jadi Strategi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Menteri Dody mengatakan bahwa pengembangan KSPEAN Wanam merupakan bagian dari upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memiliki cadangan pangan dan sumber produksi yang berkelanjutan.
Dalam konteks geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas, seluas kurang lebih 20-30 negara di Eropa. Membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, menyebabkan kondisi iklim dan tantangan pengelolaan air berbeda-beda antardaerah. Pada waktu yang sama, sebagian wilayah dapat mengalami kekeringan dan krisis air, sementara wilayah lainnya menghadapi banjir, sedangkan daerah lain berada dalam kondisi normal.
Dalam menopang kebutuhan pangan nasional, Presiden Prabowo Subianto mendorong pemerataan pengembangan sentra swasembada pangan, termasuk di luar Pulau Jawa, salah satunya adalah pengembangan KSPEAN Wanam di Papua Selatan.
Menteri Dody menegaskan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto untuk pengembangan Wanam sangat tepat, karena merupakan salah satu upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” tutupnya.
(Taufik Fajar)