BEKASI – Di sekitar rumah Maryati, eceng gondok tumbuh di sungai dan selama ini lebih banyak dipandang sebagai gulma. Namun, di mata Maryati, tanaman tersebut menyimpan peluang. Ia mengolahnya menjadi beragam kerajinan anyaman, mulai dari tas, keranjang, hingga berbagai produk lainnya yang memiliki nilai jual.
Bermula dari bahan yang mudah ditemukan di lingkungan tempat tinggalnya, Maryati perlahan mengembangkan usaha kerajinan eceng gondok. Kreativitas menjadi modalnya untuk mengubah tanaman yang kerap dianggap tidak bernilai menjadi produk yang dapat digunakan sekaligus memiliki peluang pasar.
Langkah tersebut semakin berkembang setelah Maryati bergabung sebagai nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Bersama PNM Mekaar, melalui pendampingan usaha yang diterimanya, Maryati mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usahanya, termasuk dalam meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar.
Kini, kerajinan eceng gondok buatan Maryati telah dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Yogyakarta dan Bali. Dari Tegalwaru, Bekasi, produk yang berawal dari tanaman di sungai tersebut kini telah menjangkau konsumen di luar daerah.
Bagi Maryati, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa peluang usaha dapat ditemukan dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.