JAKARTA - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia, mulai dari kopi, rempah-rempah, furnitur kayu hingga kerajinan, didorong untuk menembus pasar Eropa. Upaya ini dilakukan melalui penjajakan kerja sama antara SMESCO Indonesia dan SpiceBridgeID untuk memperluas akses perdagangan internasional bagi produsen lokal.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok, memperluas jaringan perdagangan, serta meningkatkan kesiapan produk UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
Direktur SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, mengatakan perdagangan internasional seharusnya tidak hanya memberikan keuntungan di pasar tujuan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi produsen di daerah asal produk.
“Gagasan utama kerja sama ini sederhana: perdagangan internasional seharusnya menciptakan nilai bukan hanya di titik penjualan, tetapi juga di tempat sebuah produk bermula,” kata Doddy dalam keterangannya, dikutip Kamis (15/10/2026).
Dalam penjajakan tersebut, SMESCO Indonesia akan berkontribusi melalui pengembangan kemampuan pemasaran UMKM. Sementara itu, SpiceBridgeID akan mendukung perluasan jaringan perdagangan internasional dan membuka akses pasar Eropa untuk mempertemukan produsen Indonesia dengan calon pembeli.
Founder SpiceBridgeID, Dewirini Anggraeni, menegaskan pentingnya membangun perdagangan yang memberikan manfaat bagi pembeli internasional maupun produsen lokal.
“SpiceBridgeID percaya bahwa perdagangan menjadi bermakna ketika nilai bergerak ke dua arah: produk berkualitas dan kemitraan yang dapat diandalkan bagi pembeli, serta kesempatan yang adil, kemampuan usaha yang lebih kuat, dan jalur menuju pasar yang lebih jelas bagi produsen,” ujarnya.