Kekuatan makroekonomi dalam negeri tersebut tercermin secara nyata pada rapor kinerja emiten di Bursa Efek Indonesia yang tetap membukukan pertumbuhan pendapatan hingga kuartal kedua. Menyikapi situasi tersebut, OJK mengarahkan para pelaku pasar untuk menyaring sentimen negatif global dengan berpatokan pada kalkulasi kinerja emiten yang riil.
"Laporan kuartal kedua menunjukkan pendapatan dan laba bersih emiten terus meningkat dari tahun sebelumnya, sehingga kami mengimbau masyarakat dan investor untuk melihat pasar modal secara lebih rasional dengan mengutamakan fundamental serta orientasi investasi jangka panjang," tegasnya.
(Dani Jumadil Akhir)