Langkah pembersihan pasar dari praktik goreng-menggoreng saham ini dinilai semakin mendesak seiring dengan masifnya partisipasi masyarakat lokal di bursa. OJK mencatat basis investor ritel nasional telah menembus angka puluhan juta penanam modal.
"Apalagi sekarang dengan domestik investor ritel kita sudah mencapai 32 juta 700 SID (Single Investor Identification) yang tentu saja ini juga menaruh harapan besar agar pasar modal Indonesia ke depan bisa menjadi tempat investasi untu jangka panjang yang baik untuk masyarakat Indonesia," pungkas Kiki.
Laporan OJK ini melengkapi paparan menyeluruh mengenai stabilitas makroekonomi dan sektor keuangan yang disampaikan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
(Dani Jumadil Akhir)