Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah Dibayangi Minyak Mentah dan Isu MSCI

Rohman Wibowo, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 08:16 WIB
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
Share :

Bersamaan dengan langkah disiplin tersebut, otoritas bursa memangkas batas auto-rejection dari 15 persen menjadi 7 persen mulai hari Senin hingga akhir tahun guna membantu pemodal mengambil keputusan secara lebih terukur.

"Penegakan hukum terhadap pihak yang melanggar memang berpotensi memicu volatilitas transaksi serta ketidakpercayaan pelaku pasar dalam jangka pendek. Namun apabila dijalankan konsisten, langkah tegas bursa ini dalam jangka panjang justru akan memulihkan kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia," kata Ibrahim.

Di sektor moneter, Bank Indonesia (BI) terus memantau ruang gerak intervensi pasar untuk menahan gejolak nilai tukar agar tidak merosot lebih dalam. Otoritas moneter aktif menyerap tekanan likuiditas melalui transaksi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) maupun Domestic NDF (DNDF).

Kendati demikian, tingkat keberhasilan bauran intervensi bank sentral sangat bergantung pada seberapa kuat gempuran sentimen global serta kecepatan pemulihan kepercayaan pemodal. Kebutuhan mempertahankan daya tarik imbal hasil aset domestik membuka peluang penyesuaian suku bunga acuan dalam waktu dekat.

"Kenaikan suku bunga acuan berpotensi menjadi opsi Bank Indonesia untuk menjaga daya tarik aset rupiah, dengan peluang mengerek bunga ke level 6 persen pada pertemuan Oktober ini. Sementara itu, untuk rentang pergerakan sepanjang pekan ini mata uang rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp18.200 per dolar AS," tutur Ibrahim.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya