Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Biang Keroknya

Tangguh Yudha , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |10:16 WIB
Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Biang Keroknya
Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Biang Keroknya (Foto: Bank Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan nilai tukar Rupiah masih terkendali di tengah tekanan pasar keuangan global. Rupiah pada perdagangan hari ini kembali melemah ke level Rp18.000 per dolar AS.

Rupiah tercatat mengalami pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen sejak awal kuartal IV 2026, dengan pergerakan yang masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya sentimen penghindaran risiko (risk-off) global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

"Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD). Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD146,3 miliar pada akhir September 2026," ucapnya dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Meski pelemahan rupiah masih terbatas, Erwin mengingatkan bahwa tekanan terhadap pasar keuangan domestik berpotensi berlanjut. Hal ini seiring meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko.

"Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut," ujarnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, BI memastikan akan terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia.

"Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik," sebut Erwin.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement