Bahkan, berdasarkan hasil studi tersebut, sebanyak 95 persen siswa penerima MBG yang mendapatkan menu dengan kualitas sangat baik mengaku memiliki semangat belajar lebih tinggi.
"Kemudian kita juga melihat semangat belajarnya gitu kan, ternyata penerima MBG semangat belajarnya meningkat gitu kan, tetapi ada syaratnya gitu ya, ketika kualitasnya itu kualitas menunya itu baik gitu kan," imbuh Firman.
DEN merekomendasikan kepada Presiden Prabowo agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kualitas menu MBG. Pasalnya, kualitas makanan dinilai berkaitan erat dengan rasa lapar dan semangat belajar siswa di sekolah.
Di sisi lain, DEN juga menemukan bahwa distribusi penerima MBG hingga September 2026 masih belum merata. Penerima program tersebut lebih banyak terkonsentrasi di wilayah perkotaan dibandingkan perdesaan. Selain itu, jumlah siswa dari keluarga mampu yang menerima MBG juga masih lebih banyak dibandingkan siswa dari keluarga miskin.
"Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik terutama untuk daerah 3T, daerah perdesaan dan masyarakat miskin gitu kan. Karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah," pungkasnya.
(Taufik Fajar)