JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berencana untuk membangun 13 hotel baru di Makkah, Arab Saudi pasca akuisisi lahan seluas 4,4 hektare (ha) pada 18 Oktober 2026. Pembangunan hotel ini ditargetkan mampu menekan biaya haji dan umrah di Indonesia.
Managing Director Investment Danantara Investment Management (DIM) Stefanus Ade Hadiwidjaja mengatakan, akuisisi lahan seluas 4,4 ha tersebut merupakan rangkaian dengan selesainya proses akuisisi Novotel Thaker pada 11 Agustus 2026. Hotel ini mengoperasikan sekitar 1.461 kamar dan suite untuk melayani jamaah asal Indonesia maupun jamaah dari negara lain.
"Kita sudah membeli tanah freehold yang bisa dikembangkan menjadi another 13 tower hotel. Tujuan kita memberikan akomodasi terbaik dengan harga yang affordable terutama buat haji dan umroh Indonesia, dan buat non Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Kamis (22/10/2026).
Dia menjelaskan pembangunan hotel-hotel baru oleh Danantara di Makkah bertujuan untuk menawarkan pilihan akomodasi yang menarik sekaligus lebih murah kepada para jamaah Indonesia. Sehingga harapannya biaya haji maupun umroh bisa ditekan dari sisi pengeluaran penginapan para jamaah.
"Hotel pertama yang kita akuisisi memang membutuhkan sedikit renovasi, dan semoga segera bisa dibuka, dan pembangunan akan kita mulai untuk yang 13 (hotel) berikutnya," lanjutnya.
Investasi ini merupakan bagian dari ekosistem haji dan umrah (Kompleks Bait Jemaah) yang ditujukan untuk menyediakan akomodasi dan layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah, sekaligus mendukung strategi jangka panjang Danantara Indonesia untuk meningkatkan pengalaman ibadah jemaah.
Dengan memadukan aset perhotelan yang telah beroperasi dan pengembangan lahan, transaksi ini menjadi landasan bagi perluasan kapasitas akomodasi dan layanan pendukung secara bertahap. Bidang-bidang lahan tersebut direncanakan menjadi bagian dari rencana induk terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya.
Pengembangan selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi ini serta kehadiran Danantara Indonesia di Kerajaan Arab Saudi. Studi kelayakan, persetujuan, serta dokumen perizinan yang dipersyaratkan untuk bidang lahan tersebut akan disiapkan dan disampaikan sesuai dengan setiap tahap pengembangan.
Kesempatan berbeda, Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan transaksi ini merupakan langkah nyata dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Fokusnya mengelola aset dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah Indonesia maupun berbagai daerah lainnya.
"Lebih dari itu, momentum ini menandai awal dari kemitraan ekonomi yang semakin erat antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)