Margana menilai, pencapaian target bisnis perlu diimbangi dengan pengelolaan tenaga kerja yang memperhatikan beban kerja, transparansi penilaian, serta kesempatan meningkatkan keterampilan.
“Orientasi pada hasil harus disertai tanggung jawab untuk menyiapkan pekerja agar mampu mencapainya dengan optimal. Pekerja membutuhkan arahan, sarana, dan umpan balik yang membangun,” katanya.
Pemanfaatan teknologi dan data juga dapat mendukung pengelolaan tenaga kerja melalui pemantauan kinerja, identifikasi hambatan operasional, dan evaluasi proses kerja. Namun, efektivitas penerapannya tetap bergantung pada kesesuaian sistem dengan kebutuhan pekerjaan serta dukungan pengelolaan di lapangan.
Menurut Margana, perusahaan perlu menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dengan perkembangan industri agar produktivitas dapat terjaga dalam jangka panjang. Upaya tersebut mencakup penempatan pekerja sesuai kompetensi, peningkatan kualitas supervisi, dan pengembangan keterampilan secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan perlu membuka peluang bagi pekerja untuk ikut maju,” ujarnya.
(Feby Novalius)