Dia menilai, keselarasan antara arahan Presiden dan pelaksanaan kebijakan oleh Rosan Perkasa Roeslani merupakan aspek penting dalam memastikan reformasi berjalan konsisten.
Apresiasi turut diberikan kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria yang terus melakukan penataan BUMN dalam meningkatkan efisiensi, dan memperkuat BUMN untuk kemaslahatan bangsa.
“Saya juga mengapresiasi Kepala BP BUMN, karena upaya penataan yang dilakukannya ini akan mampu meningkatkan efisiensi, mendongkrak keuntungan, dan menjadikan BUMN semakin profesional serta berdaya saing,” jelasnya.
Diketahui, Danantara mencatat laba bersih gabungan BUMN meningkat 18,4% secara tahunan menjadi Rp214,9 triliun pada Januari–Agustus 2026 seiring dengan transformasi pengelolaan BUMN.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria memaparkan capaian tersebut dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
"Karena itu tadi, transformasi yang sudah kita lakukan memberikan hasil," kata Dony.
Sementara itu, Marihot turut mendukung penataan perusahaan negara yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat keuntungan, dan mengoptimalkan kontribusi BUMN bagi perekonomian nasional.
“Saya mendukung target laba BUMN sebesar Rp334 triliun pada 2026. Dengan komitmen dan roadmap yang jelas, saya yakin langkah ini mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat keuntungan perusahaan, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi negara serta kesejahteraan rakyat,” tuturnya.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan perampingan perusahaan (streamlining) sebanyak 364 perusahaan BUMN. Langkah ini diambilnya untuk meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan aset negara.
“Angka ini akan terakselerasi sampai dengan bulan Desember, sehingga target kami untuk bisa melakukan streamlining, insyaAllah mencapai 700 perusahaan itu bisa terwujud di akhir bulan Desember,” katanya.
Pada akhir tahun profitabilitas ditargetkan naik sebesar Rp334 triliun.
“Dan juga dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan sehingga pada target di akhir tahun ini bisa mencapai Rp334 triliun,” ucapnya.
Peningkatan laba dapat mencerminkan perbaikan kinerja apabila ditopang oleh pertumbuhan usaha yang sehat, efisiensi operasional, produktivitas aset, serta pengelolaan risiko yang baik.
(Taufik Fajar)