JAKARTA – Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra industri kelapa nasional. Namun, pengembangan industri tersebut membutuhkan ketersediaan bahan baku yang memadai, terutama melalui peremajaan tanaman dan peningkatan produktivitas perkebunan.
Salah satu rencana pengembangan industri kelapa di NTB mencakup pembangunan pabrik pengolahan. Pembangunan fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung hilirisasi kelapa dan meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan di daerah.
Pendiri Kelompok Usaha Jerry Hermawan Lo mengatakan, kelapa memiliki masa produktif yang panjang. Hampir seluruh bagian tanaman tersebut juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Menurut Jerry, karakteristik tanaman kelapa membuat komoditas ini berpotensi dikembangkan di NTB. Jika dirawat dengan baik, tanaman kelapa dapat memiliki masa produktif hingga puluhan tahun.
"Umur produktif kelapa, kalau dirawat dengan baik, bisa mencapai 50 sampai 60 tahun. Jadi, kita tidak perlu iri kepada provinsi yang memiliki perkebunan sawit luas. NTB punya potensi kelapa yang sangat besar," katanya, Rabu (4/11/2026).