JAKARTA - Perusahaan transportasi Lorena grup yang akan berekspansi ke bidang transportasi udara pada April 2008 menjanjikan kenyamanan dan layanan premium.
Manajemen Lorena Airlines meyakini layanan premium dengan memfokuskan kenyamanan sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.
"Kami percaya layanan premium for service masih memiliki cakupan pasar yang cukup besar di Indonesia. Itu artinya memberikan layanan yang baik tetapi bukan tidak ada hitungannya," kata Presiden Direktur PT Eka Sari Lorena Airlines, Eka Sari Lorena Surbakti, di Jakarta, Senin (31/3/2008).
Eka mengatakan, kenyamanan atau safety yang ditawarkan sangat ditentukan oleh kualitas suku cadang pesawat dan kualitas teknisi. Untuk mencapai itu, lanjut Eka, maskapainya sangat memperhatikan kepemilikan lisensi, pelatihan teknisi terus menerus,dan manajemen pemeliharaan dengan sistim Teknologi Informasi (IT).
"Faktor kenyamanan membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Sekitar 70 persen dari seluruh biaya operasi," tegas Eka.
Menurut Eka sebagai perusahaan penerbangan premium, Lorena Airlines harus memberikan pelayanan penuh atau full service dan mengarah pada sistim IT seperti, katanya, meskipun waktu terbang hanya 1 jam tetap mendapatkan layanan makanan yang hangat dan pramugari yang telah mendapat pelatihan khusus.
 "Untuk sistim IT yang penting juga konektivitas antara darat dan udara agar dapat terhubung lebih mudah. Saat ini kami masih uji coba dengan Lorena transportasi darat," ujarnya.
Eka menargetkan pada April Lorena Air dengan jenis pesawat Boeing 737 series 300 akan melakukan penerbangan pesawat pertamanya dengan rute Jakarta-Surabaya dan pesawat keduanya Jakarta-Pekanbaru, Jakarta-Palembang.
"Sementara domestik tapi target untuk akhir 2008 ke Singapura dan direncanakan telah memiliki 6 pesawat. Satu pesawat terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 106 ekonomi," jelas Eka.
Di samping itu, Ia menargetkan keuntungan USD1,5 juta dari enam pesawat per tahunnya.
"Marjinnya tidak besar hanya dua persen. Sementara dana investasi diambil dari modal sendiri dan financial institution," jelasnya.
Pimpinan divisi operasi, Suhadi mengatakan sebelum masuk ke Indonesia pesawat yang dibeli dari Amerika Serikat tersebut akan dilakukan pengecekan oleh inspektur teknik dan operasi dari departemen perhubungan.
"Kedua pesawat minggu depan akan terlebih dahulu masuk ke Malaysia Airlines Engineering System di Subang Malaysia sebagai salah satu perusahaan maintanence repair overhall (MRO) terbesar di dunia, untuk pengecekan, pengecatan, dan modifikasi," kata Suhadi.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.