JAKARTA - Investor diimbau harus tetap mewaspadai risiko yang berasal dari perilakunya sendiri, terkait dengan permainan di bursa saham. Pasalnya, investor terkadang berbuat salah tanpa disadari.
Hal tersebut patut dicermati walaupun saat ini indeks harga saham gabungan (IHSG) per awal Oktober 2009 telah mengalami peningkatan sebesar 81,2 persen.
Menurut Vice President Investment Head Citibank Harsya Prasetya, masih ada beberapa perilaku investor yang mungkin dapat membahayakan investment mereka.
"Perilaku tersebut adalah aksi ikut-ikutan (herding), ingin memiliki kontrol penuh (over trading) dan aksi diversifikasi yang terlalu sederhana (naive diversification of investment)," katanya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/10/2009).
Dia menuturkan, orang cenderung berbuat herding karena merasa ide yang dimiliki oleh orang lain lebih baik daripada idenya sendiri. Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh investor tersebut.
"Asumsi ini menyebabkan seseorang membuat keputusan yang identik dengan keputusan yang telah dibuat oleh orang lain," imbuhnya.
Selain itu adapula overtrading, yakni terindikasi meningkatnya frekuensi yang terlalu sering. Ini dikarenakan sang investor yang sedang beruntung, karena mendapatkan keuntungan. Sehingga, dirinya cenderung sangat aktif dalam perdagangan. Kendati demikian, patut disadari kalau keberuntungan itu tidak akan berlangsung terus menerus.
Dia mengatakan, bila investor tidak paham medan bursa, maka mereka cenderung melakukan naive diversification of investment, di mana diversifikasi investasinya tidak tepat. Sehingga tidak sesuai dengan karakteristik dirinya. Alhasil, investasinya cenderung tidak berkembang atau bahkan merugi.