Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Belum Berani Ubah Target Pertumbuhan Ekonomi

Meutia Rahmi , Jurnalis-Kamis, 04 Februari 2010 |14:02 WIB
   Pemerintah Belum Berani Ubah Target Pertumbuhan Ekonomi
Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah belum berani merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Kendati kalangan pengamat ekonomi dan DPR mendorong agar target pertumbuhan ekonomi dinaikan, pemerintah tetap mematok pada level 5,5 persen.  
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, proyeksi pertumbuhan ekonomi sejauh ini masih sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010. “Pengamat-pengamat itu lebih optimistis memang tetapi kita tetap 5,5 persen,” ujarnya, saat ditemui wartawan, di Kantor Menko Perekonomian, Kamis (4/2/2010).
 
Kendati demikian, kata Hatta, pemerintah tetap mengamati perkembangan perekonomian global dan kondisi makroekonomi di dalam negeri untuk menyesuaikan target pertumbuhan ekonomi. “Kita sudah mengamati faktor-faktor, seperti harga minyak mentah Indonesia (ICP) kemudian inflasi,” imbuhnya.
 
Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 5,9 persen pada tahun ini seiring pemulihan perekonomian global. Target ini, menurut dia, bisa tercapai dengan mudah walaupun anggaran belanja negara tidak ditambah.
 
Pemerintah saat ini belum mengajukan secara resmi usulan perubahan APBN 2010. Namun pemerintah sudah mengungkapkan sejumlah asumsi makroekonomi yang kemungkinan akan diubah. Asumsi ICP, misalnya, diusulkan naik dari USD65 per barel menjadi USD80 per barel. Kemudian inflasi diusulkan naik menjadi 5 persen menjadi 5,5 persen, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tiga bulan dari 6,5 persen menjadi 6,8 persen.
 
Nilai tukar rupiah diubah dari Rp10.000 per dolar Amerika Serikat (USD) menjadi Rp9.500 per USD. Sementara defisit anggaran 2010 diusulkan naik dari 1,6 persen PDB, setara Rp98 triliun menjadi 2,2 persen PDB, sekitar Rp128,7 triliun. “Doakan saja supaya target pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi,” kata Hatta.
 

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement