nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PGN-Pertamina Mungkin Gantikan Pusri

Sandra Karina, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2010 18:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 06 16 320 343663 8Hk3PLgBWB.jpg Foto: Koran SI

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah mencari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain untuk mengganti PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dalam membangun proyek kerja sama pembangunan pabrik pupuk di Iran.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan pihaknya masih membahas hal tersebut dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Kami masih mempelajari kemungkinan untuk BUMN lain, walaupun bidang usaha utamanya bukan pupuk, seperti Pertamina atau PGN (Perusahaan Gas Negara)," kata Mustafa di Jakarta, kemarin.

Mustafa menuturkan,pihaknya juga tengah menghitung peluang untuk mengganti  pengganti Pusri dengan perusahaan swasta. "Untuk swasta, kita belum. Nanti akan berbicara dengan Gita (Kepala BKPM Gita Wirjawan) dan MS Hidayat (Menteri Perindustrian) dulu," ujarnya.

Mustafa menjelaskan, pihaknya belum menentukan timeline pembahasan proyek tersebut. MS Hidayat mengatakan, BUMN wajib mengajak swasta untuk menjalankan kerja sama tersebut karena dibutuhkan dana yang cukup besar. Dan Hidayat optimistis, proyek ini akan terealisasi. “Kita yakin ini pasti berjalan, PGN dan Pertamina cukup bagus kok," kata Hidayat.

Direktur Kimia Hulu, Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia Kemenperin Alexander Barus mengatakan, hingga saat ini, belum ada pertemuan khusus yang membahas mengenai kemungkinan menggantikan Pusri dengan PGN dan Pertamina. "Peluang swasta juga masih belum dibahas," jelas Alex.

Alex mengatakan, pihaknya tetap mengacu pada kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama pembangunan pabrik pupuk di Iran tersebut. "Pada bulan depan, dari Kemenperin, BUMN dan BKPM akan ke Iran. Tahun ini akan ada hasil keputusan soal proyek ini," jelasnya.

Kepala BKPM Gita Wirjawan menyetujui, apabila kerja sama proyek pupuk dengan Irak dilakukan oleh Pertamina dan PGN, karena cukup kuat dari segi pendanaan.

Selain itu, sambungnya, Pertamina dan PGN, memiliki kemampuan untuk bekerja sama, walaupun tidak pernah bergerak di sektor pupuk. “Kan PGN dan Pertamina menangani gas dan urea, jadi mereka sedikit banyak bisa mengerti," tukas Gita.

Sebelumnya, Kemenperin menyatakan, akan menggantikan Pusri dalam kerja sama pembentukan pabrik pupuk di Iran dengan National Petrochemical Company of Iran (NPCI).

Rencananya, pabrik yang berlokasi di Pars Special Economic Energy Zone (PARSEEZ), Port of Assaluyeh, Iran, ini akan memiliki kapasitas produksi urea sebesar 3.500 ton per hari dan amoniak sebanyak 2.100 ton per hari.

(ade)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini