nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Proyek Pabrik, Iran Kembali Gandeng Pusri

Sandra Karina, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2010 19:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 08 25 320 366701 fP29A8wL97.jpg ilustrasi. foto: corbis

JAKARTA - PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) yang pada saat ini memiliki manajemen baru, memastikan kembali melanjutkan kerja sama pembangunan pabrik pupuk dengan National Petrochemical Company of Iran (NPCI) yang sempat dibatalkan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, pekan lalu pihaknya dan manajemen PT Pusri ke Iran.

Adapun dari hasil pertemuan itu, telah disepakati bahwa  Pusri akan melanjutkan kerja sama tersebut. Beberapa pembahasan yang dirampungkan dalam pertemuan itu adalah pembahasan financial closing untuk pembangunan pabrik di Iran yang juga menjadi masalah yang menghambat kerja sama baru.

"Mereka (Pusri) akan maju sendiri jika hambatanya lebih besar maka mereka akan mencari mitra tapi belum pasti akan mengunakan mitra lain," kata Gita di Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Namun sayangnya, Gita belum dapat memastikan kapan waktu yang tepat untuk memulai pembangunan pabrik tersebut. Pasalnya, lanjutnya, masih dibutuhkan waktu untuk menyelesaikan beberapa permasalahan, yang di antaranya adalah finalisasi pembiayaan.

“Kita akan negosiasi lagi dalam waktu satu dan dua bulan ini untuk menyelesaikan masalah yang ada, manajemen barunya siap untuk menyelesaikan masalah yang menjadi hambatan,” terang Gita.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengatakan, Pusri meminta pemerintah untuk kembali memberikan kesempatan agar bisa melakukan kerjasama dengan Iran yang sempat dibatalkan.

“Saya sudah bilang ke mereka (Pusri) anda harus memastikan, jangan sampai partner di luar negeri terobang-ambing, dan Arifin (Dirut Pusri Arifin Tasrif) sudah pastikan mau ikut,” ujar Hidayat.

Hidayat mengatakan, apabila di tengah perjalanan, Pusri kembali memutuskan untuk mundur, maka pihaknya bersama dengan Meneg BUMN dan Kepala BKPM telah menyiapkan penggantinya, baik BUMN maupun swasta. Namun, Hidayat enggan memberitahukan calon penggantinya.

"Pengantinya masih rahasia, tapi masih perusahaan pupuk juga, kalau Pertamina tidak akan masuk karena core bisnisnya berbeda," tuturnya.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar juga membenarkan bahwa Pusri akan kembali masuk dalam kerjasama pembangunan pabrik pupuk tersebut.

"Ada kemungkinan diajak joint yang lebih luas, baik BUMN dengan swasta untuk dikerjasamakan lagi. Sehingga kalau ada kendala dari Pusri, misalnya nggak boleh pinjam kredit dan investasi di luar," papar Mustafa.

Dirut Pusri terdahulu Dadang Heru Kodri sebelumnya pernah mengatakan rencana pembangunan pabrik pupuk di Iran akan mulai dilakukan dengan peletakan batu pertama (ground breaking) pada Januari 2010. “Financial close nanti Desember 2009, lalu ground breaking awal Jauari 2010,” ucap Dadang.

Kepastian peletakan batu pertama ini sangat tergantung dengan kepastian dana yang akan digunakan untuk membangun pabrik. Hingga saat ini proses perolehan dana tersebut masih dalam proses.

Dadang menjelaskan, proyek senilai USD450 juta ini diantaranya akan melibatkan dana perbankan di Iran senilai USD150 juta dan lembaga keuangan lainnya. "Semuanya menunggu, tergantung dengan kondisi yang lain. Kita tunggu lah," ujarnya.

(ade)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini